Hari Ketiga, 9 Desember 2009
Alarm di handphone saya berbunyi ! Berarti waktu sudah menunjukkan pukul 06.00, lagi-lagi saya meninggalkan sholat subuh yang wajib saya jalani (*ampuni saya ya Allah). Dan saya langsung ke kamar mandi untuk mandi duluan sebelum yang lain bangun. Setelah mandi saya langsung turun kebawah untuk makan. Berharap makanan kali ini gak hanya sekedar penghilang lapar tapi juga bisa membahagiakan lidah. Setibanya saya di tempat makan, hmm benar saja makanan yang disajikan “LAGI-LAGI” cuma sekedar pengganjal perut, malah bumbunya terkadang membuat mual.
Setelah makan, saya beserta peserta tour lainnya diharuskan masuk ke bus pada pukul 08.00. Pada jadwal tertulis tour hari pertama adalah kintamani,pasar sukawati,bedugul. Entah kenapa tiba-tiba jadwal dirubah, yang tadinya ke arah gunung berubah menjadi arah pantai. Gapapa sih sebenernya kalau ke pantai, toh kesana lebih seru daripada gunung. Akhirnya saya persiapkan semua yang dibutuhkan untuk wisata pantai. Mulai dari celana pendek,baju pantai,sandal,peralatan mandi sampai sunblock untuk mencegah terjadinya sunburn pada kulit saya. Setelah semua beres, saya segera masuk ke dalam bus. Dan kembali tradisi “Jam Karet Indonesia” terjadi lagi. Karena menunggu teman-teman yang lainnya, saya beserta teman-teman yang sudah siap harus extra bersabar menghadapi teman-teman yang “Telat Bangun” setelah 1 jam ngaret, kami pun segera berangkat. Destinasi pertama kami adalah GWK atau (Garuda Whisnu Kencana). Di GWK saya melihat terdapat suatu kompleks tempat menampung patung dewa whisnu yang masih terpisah dan akan di satukan suatu hari nanti (kapan ya?). Setelah menyaksikan pemandangan sekitar GWK dan berfoto-foto kami pun segera pergi ke tempat lain.
Tanjung Benoa ! Ya, itulah destinasi kami selanjutnya. Saya sangat bersemangat sekali untuk kesana! Karena disana adalah pusat watersport terbesar di bali. Dan pastinya bermain sesuatu yang memacu adrenalin adalah favorit saya. Dan saya sudah merenanakan untuk bermain banana boat, terbang dengan parasailing dan melihat keindahan bawah laut bali dengan menyelam (diving), hmmm pastinya akan menjadi suatu pengalaman berharga bagi saya. “Oke, sekarang kita sudah sampai di tanjung benoa, tempat dimana pusat watersport terbesar di bali. Dan kami sudah menyiapkan tempat yang paling murah buat kalian bermain watersport disini” Kata Mas Adam salah seorang tour guide kami. Tapi saya tidak mudah percaya begitu saja, karena ada teman saya yang bilang kalau main di tanjung benoa jangan terpaku sama satu tempat aja. Oke, dan saya mencari tempat lain dan mendapatkan harga yang murah. Dengan bersemangat saya mengajak teman saya yang lain untuk bergabung dengan saya. Akhirnya Saya,Sahe,Tissa,Elita Dan Vinnie berpisah dengan rombongan dan segera bermain banana boat, setelah puas bermain banana boat saya segera menyelam (diving) bersama elita (dipandu oleh guide) dan menyelami lautan bali, dan wow !!! perairan nusa dua terlihat sangat indah, terumbu karang beserta ikan-ikan seakan mengajak saya untuk bermain bersama. Setelah 30 menit di dalam air kami pun dibawa naik oleh guide kami. Setelah itu saya dikecewakan oleh operator bahwa saya ternyata tidak dapat mencoba parasailing karena keadaan angin yang tidak bersahabat. Dengan terpaksa saya langsung membilas badan saya, serta membayar watersport tadi seharga
banana boat : Rp 50.000,00
Diving : Rp 250.000,00
(baca tips bermain di tanjung benoa)
Dengan perasaan senang saya kembali ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan.
Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh (Krisna) dan setelah itu lanjut ke central parking untuk menaiki shuttle bus ke Kuta/Joger (Pilih Salah Satu). Karena persediaan uang saya menipis, saya memilih untuk ke Kuta Langsung tanpa mampir ke Joger. Begitu sampai di kuta pun, saya merasa sangat lepas dan tergiur dengan deburan ombak yang sangat menantang saya untuk berenang. Tanpa ragu saya melepaskan baju saya dan langsung berenang melaan ombak. Saking bersemangatnya saya lupa akan celana yang saya pakai di benoa, celana yang saya pakai untuk berenang ketinggalan dan akhirnya saya harus naik bus dengan celana basah. Tapi tak apa lah, toh itu semua sudah terbayarkan oleh keindahan pantai kuta. Setelah itu sekitar pukul 19.00 saya tiba di hotel dan langsung mandi bersih dan menyantap makan malam. Karena bosan saya mencari udara segar di luar hotel dan ikut bergabung dengan Bisri DKK ke KFC Jimbaran, hemm meskipun sebenarnya itu tempat yang mudah kita temukan di Jakarta, tapi mau gimana lagi? Hotel kami jauh dari kuta jadi kami terima-terima aja. Dan pukul 23.00 saya kembali ke hotel untuk tidur.
Erzan Ameira Hashfi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment